PERHATIAN : Jika mengkopi berita-berita dari Website BATAKPOS harus menyebutkan sumbernya : www.batakpos-online .com .   Terima Kasih

 
Home arrow JABODETABEK arrow Manajemen Amburadul, TPA Galuga Longsor
Manajemen Amburadul, TPA Galuga Longsor

 

Bogor,BATAKPOS

Kepala Pusat Penelitian Lingkungan Hidup, Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr.Kukuh Multilaksono, menilai insiden di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga, murni karena kesalahan manajemen pembangunan emplacement (lahan parkir truk menurunkan sampah).

"Saat membangun emplacement itu, pengelola TPA Galuga tidak menata dengan baik dan memperhitungkan kekuatan bangunan, struktur bangunan dan fungsi bangunan.  Terutama bebannya," kata Kukuh kepada BATAKPOS, Rabu (17/3).

Setelah melihat lokasi longsor dan melihat kondisi lapangan, ungkap Kukuh, kondisi  emplacement tersebut rawan longsor. Ini disebabkan tidak ada besi dan turap penahan tanah. “Semestinya untuk sebuah emplacement di TPA Galuga harus dibuat berteras dan pondasi ditanam,” paparnya.

Hal senada dikatakan Ketua Dewan Pimpinan Daerah Gabungan Pengusaha Konstruksi Nasional (Gapeknas) Kabupaten Bogor, Taswin Nasution. “Seharusnya ada tiang beton sebagai penyangga setiap 3 meter pada dinding emplacement," katanya.

Selain itu, lanjut Nasution, juga tidak ada pemadatan tanah di dalamnya, sehingga tekanan tanah lebih kuat ke bawah.”Saya perhatikan tidak ada pemadatan, ini terlihat dari kondisi tanah yang gembur,” paparnya kepada BATAKPOS.

 

Dapat Santunan

Wakil Walikota Bogor Ahmad Ru’yat mengaku prihatin dan tidak akan lepas tangan atas peristiwa nahas di TPA yang mayoritas sampahnya berasal dari Kota Bogor itu. “Sesuai instruksi Walikota, kami akan mengganti rugi seluruh biaya pengobatan bagi yang luka-luka dan untuk yang meninggal kita beri santunan,” jelasnya.

Ditambahkan, Pemkot Bogor menyerahkan bantuan Rp20 juta untuk empat keluarga korban tewas yakni Wahyu (12), Yanto (7), Tirta (11), dan Komarudin (17) yang merupakan warga setempat.

Terkait dengan penutupan pintu tiga di TPA Galuga, pihaknya sudah mempersiapkan alternatif TPA, diantaranya percepatan realisasi  pembangunan TPA Kayu Manis, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor. “Penanganan akan kita lakukan secara gradual, bertahap. Yang jelas kita akan siapkan alternatifnya, di TPA Kayu Manis,” paparnya.O ram

 
< Prev   Next >