Ratusan pedagang kaki lima (PKL) Blok VI Pasar Senen, Jakarta Pusat menuntut pemprov DKI Jakarta segera membangun tempat penampungan sementara (TPS). Lokasinya, harus tidak jauh dari Blok VI. Kondisi saat ini, setelah kios mereka ludes dilalap api pada Kamis (11/3) silam, kini tempat jualan mereka terancam ditertibkan Kelurahan Senen. Untuk memenuhi kebutuhan hidup, sata ini memang pedagang berjualan di Jl Senen Raya.
Untuk memperjuangkan nasibnya, rencananya ratusan PKL itu akan menggelar unjuk rasa di kantor PD Pasar Jaya dan gedung DPRD Jakarta. “Kami berharap agar pengelola pasar segera membersihkan pelataran Blok VI yang terbakar ini dari puing-puing. Sehingga TPS sudah bisa didirikan selambat-lambatnya Kamis (18/3) lusa. Jika tidak kami akan demontrasi ke PD Pasar Jaya dan DPRD,” ujar Bahwan Tampubolonkepada BATAKPOS, Selasa (16/3).
Tindakan unjuk rasa ini akan dilakukan sebagai langkah akhir perjuangan PKL dalam memperjuangkan hak mereka. Sejauh ini mereka menilai, pengelola pasar kurang peduli terhadap nasib PKL. Indikasinya, pembangunan TPS tidak segera direalisasikan. Padahal, jika PKL berjualan di trotoar Jl Senen Raya, ancaman penggusuran selalu mengintai tiap saat. Terlebih, Kelurahan Senen sudah mengeluarkan surat edaran agar pedagang tidak lagi berjualan di badan jalan. Hal senada diungkapkan, Nababan (46), pedagang kaki lima lainnya yang juga menjadi korban kebakaran. Menurutnya, wajar saja jika nantinya ada unjuk rasa yang dilakukan para PKL demi memperjuangkan nasibnya. Sebab saat ini kondisi mereka sudah benar-benar terjepit. “Ibarat pepatah mengaakan, sudah jatuh tertimpa tangga pula. Itulah nasib yang kami rasakan saat ini,” terangnya.O uli