Munculnya sebuah wacana pergantian nama julukan Kota Bekasi Kota Patriot menjadi Kota Pancasila membuat renggang hubungan dua pimpinan di teras Pemkot Bekasi.
Indikasi tersebut terlihat dengan hampir tidak pernahnya kedua pimpinan yakni walikota Mochtar Mohamad dan Wakil Walikota Rahmat Effendi menghadiri acara secara bersamaa. Misalnya, saat kegiatan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Bekasi ke-13 baru-baru ini.
Tidak itu saja, menjelang pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Bekasi beberapa tahun lagi, nampak jelas kedua tokoh politik di Kota Bekasi itu saling mengejar popularitas. Baik perangkulan massa maupun pemasangan sejumlah spanduk.
“Kondisi itu sudah terdengar lama di sejumlah Kepala Dinas Kota Bekasi. Namun sebagai bawahan, banyak kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang tidak mau lebih jauh mencampuri hal itu,” kata beberapa Kepala SKPD ketika dihubungi BATAKPOS, Selasa (16/3).
Sementara itu, Sejarawan Bekasi, Ali Anwar menyesalkan rencana Walikota Bekasi yang akan mengganti julukan Kota Bekasi dari Kota Patriot menjadi Kota Pancasila itu.
Menurutnya, jika rencana pergantian itu tetap dilakukan dipastikan akan menghilangkan nilai hitoris tentang Bekasi dan juga akan banyak menimbulkan pertentangan.
“Itu sudah pasti terjadi, karena jika perubahan itu tetap dilakukan banyak yang menganggap tindakan itu sama saja dengan menghilangkan nilai historis dan kebudayaan masyarakat asli Kota Bekasi,” ungkapnya.
Menurutnya, lahirnya Kota Patriot, bukan lahir dari hasil diskusi atau seminar. Melainkan lahir atas dasar sejarah yang dibangun dari sejumlah pahlawan yang lebih dahulu gugur di medan perang. Bahkan, dunia luar pun tahu, Kota Bekasi ini sebagai daerah yang di penuhi dengan sejumlah pejuang-pejuang kemerdekaan.
Para pejuang ini kata dia, masuk dalam sejarah Bekasi untuk membantu meraih kemerdekaan dari tangan penjajah.
Ali menambahkan, apabila julukan kota Patriot diganti dengan Pancasila sepertinya akan menghilangkan makna makna sejarah dan kultur Bekasi. Pancasila itu terlalu luas, dan masih sangat besar untuk digenggam oleh penduduk yang jumlahnya hanya 2,2 juta orang. ”Tidak pantas penempatan Kota Pancasila berada ditengah masyarakat kota Bekasi,” cetusnya.O par
Demokrat Bekasi Siap Bela SBY……..lintas metro
Bekasi-DPC Partai Demokrat Kota Bekasi mengaku siap menjadi barisan terdepan dalam mengawal program kerja Presiden RI SBY yang pro rakyat. Bahkan mereka akan tetap solid dalam pengawalan tersebut. Demikian ditegaskan Ketua DPC Demokrat Kota Bekasi, Andi Zabidi didampingi Sekretaris DPC, Sodikin kepada BATAKPOS, Selasa (16/3). Menurut Andi, pihaknya juga sangat menghormati hasil keputusan pandangan akhir Demokrat DPR RI, seperti kasus Bank Century. “Pro dan kontra dalam politik itu hal yang biasa, karena masing-masing partai ada target tersendiri. Masalah kebijakan yang diambil oleh bapak SBY itu sudah betul. Sesungguhnya kinerja SBY sudah cepat, tepat dan terukur. Artinya dalam mengambil keputusan bukan lambat, melainkan lebih diteliti. Terbukti dalam kasus Bank Century kini menjadi terbuka terang benderang tentang siapa-siapa saja yang terlibat,” terangnya. Sementara itu, Sodikin memaparkan tiga point yang berhasil didalam kinerja nyata SBY masing-masing adanya pelayanan kesehatan gratis, peningkatan pelayanan sekolah gratis, dan keperpihakan terhadap UKM. “Selain tiga poin tersebut, sebenarnya masih banyak lagi kerberhasilan kinerja nyata SBY, seperti, rakyat miskin yang sekarang sudah agak berkurang”, ujarnya.O par