PERHATIAN : Jika mengkopi berita-berita dari Website BATAKPOS harus menyebutkan sumbernya : www.batakpos-online .com .   Terima Kasih

 
Home arrow JABODETABEK arrow Satpol PP Bogor Dituding Tebang Pilih
Satpol PP Bogor Dituding Tebang Pilih

 

Bogor, BATAKPOS

Ratusan bangunan liar yang berdiri di atas lahan milik Pemerintah Provinsi (Pemrov) Jawa Barat di Jalan Raya  Cileungsi-Jonggol dekat dengan fly over Cileungsi,di Kampung Rawa Belut, Desa Cileungsi, Kecamatan Cileungsi , Kabupaten Bogor, dibongkar paksa petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bogor, Senin (8/3).

Para pemilik bangunan hanya bisa bersikap pasrah dan tidak melakukan perlawanan sama sekali,saat petugas yang dilengkapi alat berat meratakan seluruh bangunan tersebut. Hanya saja beberapa orang sempat protes karena tidak diberi kesempatan untuk membereskan barang-barangnya.”Beri saya kesempatan untuk membereskan barang-barang saya,” teriak Ny Umi salah satu pemilik bangunan dengan nada emosi.

Selain itu mereka juga memprotes petugas Satpol PP Kabupaten Bogor yang bersikap tebang pilih.Pasalnya, dari sekian banyak bangunan yang dibongkar, kantor Bank Jabar tidak ikut dibongkar.”Ini tidak adil, lihat saja gedung Bank Jabar tidak dibongkar, padahal bangunan disampingnya ikut dibongkar,” ujar seorang warga.

Kepala Satuan Satpol PP Kabupaten Bogor, Dace Supriadi mengatakan, pembongkaran ratusan bangunan itu karena berdiri di atas lahan milik Pemrov Jawa Barat.”Terpaksa bangunan itu kita bongkar karena dibangun diatas milik Pemerintah,” ujarnya saat ditemui disela-sela pembongkaran bangunan.

Ditanyakan mengenai bangunan kantor Bank Jabar yang tidak ikut dibongkar, Dace mengatakan,kantor Bank Jabar sudah dilengkapi sertifikat dan IMB.Tapi kata Dace, pihaknya sedang mempelajari sertifikat dan IMB itu.”Kalau ternyata tidak sesuai, kita juga akan membongkarnya,” tukasnya.

Ida Tobing salah seorang pemilik bangunan yang diratakan petugas Satpol PP, mengaku bingung akan membuka usaha dimana lagi. Pasalnya, sudah hampir 20 tahun dia membuka kios tambal ban di lokasi tersebut.“Dari usaha tambal ban ini saya bisa menyekolahkan anak saya sampai SMA, tapi sekarang kalau kios saya dibongkar, gimana buat membayar sekolah anak saya yang masih SD,” ujarnya lirih.O ram

 
< Prev   Next >