|
Nurdin Salahkan Skill, Fisik, dan Gizi Pemain Banda Aceh, BATAKPOS Kurangnya skill, fisik, dan gizi yang dimiliki pesepakbola Indonesia diakui Ketua Umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Nurdin Halid sebagai penyebab jebloknya prestasi sepakbola Indonesia. Hal itu dikatakannya saat berkunjung ke Banda Aceh, Minggu (14/4). “Bagaimana bisa tampil maksimal, sementara kekuatan, gizi dan ‘skill’ yang kita miliki terbatas. Pemain hanya mampu bermain maksimal sekitar 20 menit, selebihnya tak maksimal," kata Nurdin yang sudah dua periode memimpin PSSI. Nurdin sudah memimpin PSSI sejak tahun 2003. Kepemimpinan Nurdin sangat kontroversial karena sempat memimpin organisasi tertua ini dari jeruji penjara akibat kasus korupsi. Ironisnya, dia bertahan untuk periode kedua, yakni 2007-2011. Dua tahun di bawah kepemimpinannya, praktis sepakbola Indonesia tidak mengalami peningkatan prestasi. Malah justru berada di titik terendah saat kalah dari Laos pada SEA Games 2009. Kegagalan itu dilengkapi dengan tersingkirnya Indonesia dari Piala Asia 2011. Pernyataan soal skill dan gizi itu seakan mempertegas kalau sepakbola Indonesia akan sulit bangkit. Harus diakui bahwa skill, fisik, dan gizi merupakan penggerak utama dan dasar atlet. Pernyataan itu jelas akan melahirkan berbagai tanggapan dan komentar. Kita tunggu saja. wis |