|
Di Mana Mereka Sekarang? Oleh: Romi Syahril Berkarya di Belakang Panggung ERA 1980 hingga 1990-an nama El Manik sangat popular. Peran-peran berkarakter yang dibintanginya di beberapa film membuat namanya selalu melekat di hati masyarakat. Namun, seiring bergulirnya waktu, wajah bintang senior ini tak lagi sesering dulu muncul di layar kaca televisi. Walau mengaku jarang tampil, El Manik sesungguhnya masih kerap bermain di beberapa judul. Hanya saja tak sebanyak dulu. Kini ia lebih fokus berkarya di bekalang panggung sebagai sutradara. “Saya ingin terus berkarya,” begitu alasan El Manik kepada BATAKPOS di sela-sela acara syukuran film terbarunya Ngebet Kawin di kantor MD Entertainment, kawasan Tanah Abang Jakarta Pusat, belum lama ini. Walaupun jarang tampil, pemilik nama lengkap Iman Emmanuel Ginting Manik yang terlihat bersahaja ini masih beradu akting dengan bintang-bintang muda. Tengok saja aksinya dalam sinetron Cinta Fitri yang kembali ditayangkan SCTV. Dalam sinetron yang mampu merebut hati masyarakat Indonesia itu, El Manik berperan sebagai Hartono. Seperti biasa, peran antagonis selalu melekat dalam dirinya. Begitu pula dalam film terbaru yang belum tayang berjudul Ngebet Kawin. Ia lagi-lagi mendapat peran antagonis. “Itulah karakter peran yang cocok bagi saya,” katanya merendah. Sebagai aktor senior, El Manik menyadari kiprahnya di jagat hiburan mulai bergeser dengan pendatang baru. Tapi hal itu tidak membuatnya pesimis. Justru ia tetap selalu kreatif di belakang panggung menghadapi para sineas-sineas muda berbakat, seperti Nia Dinata, Mira Lesmana dan Riri Reza. “Menurut saya tetap saja yang senior yang paling dicari orang,” ucapnya sambil tertawa. Sosok El Manik ternyata seorang humoris. Hal itu tercermin saat berbagi cerita dengan sejumlah wartawan, termasuk BATKPOS. Usianya yang sudah lanjut tidak begitu tampak dari penampilannya. Mengingat aktor yang pernah diperhitungkan di zamannya ini tidak pernah tegang, justru selalu menonjolkan keriangannya. “Hidup ini harus dibawa enjoy, jangan terlalu serius. Itu salah satu resep kata kunci bikin kita awet muda,” ujarnya membuka rahasia awet muda. Seperti diketahui pria Batak kelahiran 17 November 1949 ini, selalu mendapat peran antagonis. Dari peran antagonis itu, sejumlah prestasi pun kerap disabetnya. Sebut saja, Piala Citra FFI 1979 sebagai Aktor Pembantu Terbaik dalam film November 1828, Piala Citra FFI 1984 sebagai Aktor Terbaik dalam film Budak Nafsu, Piala Citra FFI 1985 sebagai Aktor Pembantu Terbaik dalam film Carok, Festival Film Asia Pasifik 1985 sebagai Best Supporting Actor dalam film Jejak Pengantin, Aktor Terpuji di Festival Film Bandung 2001 di sinetron Senandung, Piala Citra FFI 2006 sebagai Pemeran Pendukung Pria Terbaik dalam film Berbagai Suami. Saat wawancara berlangsung, El Manik kerap mengumbar senyum kepada siapapun. Hal ini terlihat sangat berbeda saat ia memerankan tokoh antagonis dalam sebuah film atau sinetron. Perannya selalu terlihat garang, angker dan tidak bersahabat. “Padahal sehari-hari saya lembut, beda banget ketika dalam alting. Tapi itu saya nikmati karena bagian dari pekerjaan,” kata pemain dan sutradara film ini..*** |