Menantang Tottenham Hotspur di Stadion White Hart Lane, Sabtu (6/2), Aston Villa kembali ke kandang dengan gembira. Setidaknya, Villa puas dengan hasil imbang tanpa gol dalam lanjutan Liga Inggris tersebut.
Jika Villa menikmati hasil itu, tidak demikian dengan Spurs. Setidaknya hasil itu menggagalkan Spurs merebut kembali posisi keempat klasemen sementara. Posisi itu direbut Liverpool dari Spurs berkat kemenangan 1-0 atas Everton, beberapa jam sebelumnya.
Dengan koleksi 43 poin, Spurs harus puas di posisi kelima karena kalah satu angka dari Liverpool. Villa di peringkat ketujuh dengan nilai 41. Manchester City di posisi keenam memiliki nilai sama dengan Villa, namun City unggul produktivitas gol.
Hasil tanpa gol di White Hart Lane itu sangat mengecewakan karena Spurs mendominasi pertandingan. Tuan rumah kerap mengancam gawang Villa, sayang beberapa tembakan Spurs kandas di pertahanan lawan.
Kalaupun ada yang lolos dan menyasar gawang, kiper Villa Brad Fridel bisa mengatasinya. Sedang Villa pratis hanya mengandalkan Gabriel Agabonlahor semata. Secara keseluruhan, Spurs menguasai bola hingga 55 persen dan melepas lima tembakan tepat ke gawang dari 33 percobaan. Villa hanay memiliki empat peluang emas dari 11 kali usaha.
City Lambat
Dari Manchester City, Pelatih Roberto Mancini menegaskan, permainan lambat jadi faktor utama penyebab kekalahan 1-2 dari Hull City. Kekalahan ini adalah kekalahan kedua Mancini di Liga Inggris sejak melatih City.
“Pemain memulai dengan lambat. Kami belajar tampil menggempur sejak awal. Jika melakukannya, kami tak akan kalah, sayang tak memulainya dengan apa yang kami pelajari. Tim tidak memperlihatkan perlawanan," sesal Mancini.
Kekalahan tersebut membuat City terkunci di peringkat keenam dengan 41 poin. Meski demikian, Mancini tetap yakin, timnya dapat masuk empat besar klasemen akhir.
"Saat ini kami memang kalah, tetapi kami masih dalam persaingan. Pertandingan selanjutnya melawan Bolton menjadi laga yang sangat vital,” tegas pelatih asal Italia ini. bbc/goal/ian