PERHATIAN : Jika mengkopi berita-berita dari Website BATAKPOS harus menyebutkan sumbernya : www.batakpos-online .com .   Terima Kasih

 
Home arrow JABODETABEK arrow Jemaat HKBP Bekasi Batal Kebaktian

Ratusan Orang Kepung Gereja

Jemaat HKBP Bekasi Batal Kebaktian

 

Bekasi, BATAKPOS

Jemaat Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) di Bekasi, Minggu (7/2) pagi, batal melaksanakan kebaktian minggu. Pasalnya,  rumah di Pondok Timur Indah  yang selama ini dijadikan sebagai tempat beribadah,  dikepung  sekitar dua ribu  massa.

Tepatnya sekitar pukul 07.00, ketika jemaat baru saja  melaksanakan ibadah minggu, mendadak massa datang dan langsung mengepung rumah yang dijadikan gereja di Jalan Puyuh Raya no 14, Pondok Timur Indah, Kelurahan Mustika Jaya, Kecamatan Mustika Jaya, Kota Bekasi.

Massa mendesak jemaat agar segera menghentikan jalannya kebaktian. Mereka merasa keberatan jika rumah tinggal dijadikan tempat beribadah.  Akibatnya desakan tersebut, kegiatan kebaktian akhirnya terpaksa  dihentikan.

‘’Memang sampai sekarang, rumah yang kami jadikan tempat ibadah ini belum memiliki izin,’’kata kata pendeta Luspita Simanjuntak kepada wartawan, Minggu (7/2).

Diakui Luspita, konflik masyarakat sekitar dengan jemaat yang ia pimpin sudah terjadi sejak 19 tahun lalu. Rumah ibadah yang mereka gunakan selalu jadi sengketa. Puncaknya pada 2004, saat mereka mendirikan bangunan, paginya dirobohkan warga.
"Kami mendirikan bangunan di tanah kami yang akan digunakan sebagai gereja," katanya.
Dia mengakui bila tempat ibadah yang ia gunakan tidak memiliki izin. Namun bukan tanpa usaha, Luspita dan jemaatnya sudah mengajukan izin pembangunan gereja pada tanah itu. "Kami sudah mendapat tanda tangan 200 warga," katanya. "Tapi setelah dibangun pada 2004, malah dirobohkan." Katanya.
Sedangkan pada rumah ibadah yang diprotes sekarang, yang tepatnya berada di Jalan Puyuh, Pondah Timur Indah ini, menurut Luspita, baru digunakan sejak tiga tahun lalu. "Jadi sampai sekarang belum ada izin." katanya.

Menurut Luspita, massa yang datang mengepung gerejanya bukan hanya penduduk sekitar.  "Mereka mengatasnamakan penduduk sekitar, tapi saya lihat tidak hanya masyarakat sekitar. Saya tidak kenal mereka,"katanya.par

 
< Prev   Next >