Gara-gara memutasi pegawai yang merokok sembarangan serta pegawai yang tidak memakai seragam Korpri, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bekasi Dadang Mulyadi langsung dihujani protes. Sejumlah pegawai dilingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi menuding Sekda bertindak arogan.
“Jangan mentang-mentang punya kewenangan, terus bertindak seenaknya,” kata sejumlah pegawai yang enggan namanya disebut.
Para pegawai menilai, sikap tegas Dadang telah menjatuhkan citra Bupati sebagai pimpinan tertingi di Kabupaten Bekasi. “Bupati saja tak pernah mengancam karyawan. Masa Sekda bisa sewenang-wenang melebihi kewenangan Bupati,” kata mereka.
Jika pegawai menuduh Dadang Mulyadi arogan, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengembangan Pemerintahan Daerah (LP3D) Jonly Nahampun justru meminta Dadang Mulyadi agar intropeksi diri.
‘’Sekda harus instropeksi. Dan untuk permasalahan tersebut seharusnya dilakukan pembinaan terlebih dahulu bukan langsung memutasi sehingga terkesan tindakan itu tidak beda dengan pembunuhan karakter bagi bawahannya,’’kata Jonly.
Jonly Nahampun mengaku cukup penasaran dengan sikap Dadang yang main ‘tangan besi’ terhadap bawahannya. Sementara, kata Jonly, Dadang membiarkan saja kendaraan dinas milik pejabat yang telah diganti warna plat mobilnya menjadi hitam. “Jelas ini sangat tidak adil, jika pegawai rendahan saja diketahui merokok di depan kantor bupati langsung dimutasi, sementara banyak kendaraan dinas milik pejabat yang dihitamkan platnya hingga bertahun tahun tidak mendapat teguran,” tandas Jonly Nahampun.
Enam pegawai yang terkena mutasi karena merokok sembarangan di depan kantor Bupati, masing-masing, Encep Supriyadi, Kasimin dan Ade Sofyan. Ketiganya merupakan pegawai pada Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPPT) Kabupaten Bekasi. Tiga pegawai lainnya yang dimutasi karena tidak mengenakan baju Korpri, bekerja pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BPPC Kabupaten Bekasi. par