PERHATIAN : Jika mengkopi berita-berita dari Website BATAKPOS harus menyebutkan sumbernya : www.batakpos-online .com .   Terima Kasih

 
Home arrow SUMATERA arrow Rahudman: Pemadaman Listrik Picu Gejolak

Jelang Imlek dan Pilkada Medan

Rahudman: Pemadaman Listrik Picu Gejolak 

 

Medan, BATAKPOS

Pemadaman listrik bergilir yang kembali terjadi di Medan, Sumatera Utara meresahkan banyak pihak. Mulai warga kecil hingga orang besar sekelas Penjabat Walikota Medan, Rahudman Harahap pun dibuat kesal.

Kekesalan muncul akibat pemadaman listrik bergilir terjadi disaat warga Tionghoa Medan akan merayakan Imlek 2561 pada 14 Februari ini. Kondisi inilah yang dikhawatirkan Rahudman bisa memunculkan prasangka negatif, bahwa umat Budha seolah-seolah sudah didiskriminasi dengan umat lain dalam merayakan hari besar keagamaannya.

“Saya khawatir pemadaman listrik bergilir ini mengancam munculnya gejolak sosial di masyarakat Tionghoa. Karena mereka sebentar lagi akan merayakan Imlek,” ucap Rahudman di Medan, Minggu (7/2).

Rahudman mengaku, pihaknya bersama Gubsu Syamsul Arifin sudah meminta manajemen PLN Wilayah Sumut untuk mempercepat lama pemadaman.

Dari janji mereka, pemadaman akan berakhir dalam minggu ini. Tapi terus terang kita tak yakin, karena janji-janji seperti ini sudah sering diucapkan, namun realisasinya nol,” tegasnya.

Mantan Camat Siantar dan Sekda Tapsel ini tak ingin gara-gara pemadaman listrik, warga malah balik menuding pemerintah kota kurang peduli dengan pelayanan publik. Padahal, optimalisasi pelayanan publik bagi Rahudman sejak menjabat sekitar tujuh bulan lalu, menjadi agenda dan prioritas utama yang dilakukan.

“Kita sudah korek 1.000 kilometer parit agar jalan warga tidak lagi banjir saat hujan. Kita juga sudah membangun jalan lingkungan di 367 titik dengan beton untuk memudahkan transportasi. Tapi saat listrik padam, semua pembangunan pelayanan publik tadi menjadi tidak ada artinya. Inilah yang membuat kita kadang-kadang kesal dengan PLN,” beber Rahudman.

Tak hanya itu, dampak pemadaman listrik juga membuat arus lalulintas di sejumlah ruas jalan kota macet mendadak akibat traffic light-nya padam. Kondisi ini terkadang memicu emosi para pelalulintas sehingga membawa kendaraannya secara serampangan.

“Pemadaman listrik ini benar-benar sudah merugikan banyak pihak. Mulai peristiwa kebakaran hingga kasus pencurian dan lainnya. Makanya kita terus mendesak PLN agar tidak hanya pandai berjanji, tapi tak pandai menepati,” pungkas Rahudman.

Terkait jaminan pasokan listrik Pilkada Medan yang juga ikut terancam, Rahudman berharap hal itu bisa menjadi prioritas PLN. Sebab, Pilkada Medan merupakan barometer pilkada serentak Sumut.  “Kalau listrik untuk Pilkada Medan masih berulah, mungkin kita akan tempuh jalur hukum terhadap manajemen PLN Wilayah Sumut,” ancam Rahudman. Zul

 
< Prev   Next >