HomeSUMATERA Penganiaya Anak Kandung Dipulangkan ke Nias
Penganiaya Anak Kandung Dipulangkan ke Nias
Medan, BATAKPOS
SN (30) warga Nias, Sumatera Utara yang menganianya dan membunuh anak kandungnya, direncanakan, Senin, (8/2) dibawa pulang kembali ke kampung halamannya di Nias setelah beberapa minggu lamanya ditangani psikiater dan dititipkan di RSU Jiwa Medan.
Kepala Biro Pemberdayaan Perempuan dan Anak Pemprov Sumut, HJ Vita Lestari di Medan, Minggu (7/2), mengatakan, SN berada di RSU Jiwa Medan untuk menjalani pemeriksaan mengenai kejiwaannya.
Dalam pemeriksaan yang dilakukan psikiater itu, tak ditemukan kelainan terhadap kejiwaan SN, maka dia akan dibawa pulang kembali ke Nias. Kemudian, SN yang telah menghilangkan tiga nyawa anaknya itu, dan dua lagi dianiaya hingga kritis itu, akan menjalani proses hukum di Polres Nias.
"Kemungkinan kasus tindak kekerasan yang dilakukan oleh SN itu, akan ditangani oleh pihak berwajib," kata Vita.
Selanjutnya ia menjelaskan, satu orang anak SN yang mendapat penganiayaan itu, yakni Ferida Nduru (7) masih dirawat dan menjalani operasi di RS Elisabeth Medan. Ferida Nduru masuk RS Elisabeth Medan, Kamis, (7/1) yang dibawa dari kampung halamannya di Nias dengan menggunakan pesawat Merpati. Ferida yang dianiaya ibunya itu mengalami putus urat saraf leher kanan dan ibu jarinya juga putus. "Ferida Nduru saat ini masih mendapat perawatan intensif di RS Elisabeth Medan," katanya.
Dikunjungi Ibu Fatimah
Vita mengatakan, belum lama ini Ibu Hj Fatimah Habibie (Isteri Gubernur Sumut Syamsul Arifin) juga berkenan mengunjungi SN (30) yang dititipkan di RS Jiwa Medan.
Dalam kunjungan yang dilakukan Ibu HJ Fatimah itu, SN mengaku merasa senang dan juga menanyakan mengenai kondisi anaknya Ferida Nduru yang masih dirawat di rumah sakit.
Pada kesempatan yang berbahagia itu, Ibu Hj Fatimah juga membawakan makanan dan pakaian kepada SN, kata Vita.
Ferida dianiaya oleh ibunya pada 26 Desember 2009. Selain Ferida yang mendapat tindakan kekerasan dari ibunya, satu orang lagi saudaranya mengalami luka-luka dan masih berada di Nias.
Sedangkan tiga orang lagi saudara kandung Ferida itu, tewas di kampung halamannya di Nias. Penganiayan dan pembunuhan yang dilakukan ibu kandungnya itu diduga karena mengalami tekanan jiwa. ant/rob