Kondisi serba sulit tak kunjung lepas dari skuad PSMS Medan musim 2009/10 ini. Menjelang duel melawan Persires pada partai perdana Divisi Utama Liga Indonesia, Rabu (25/11), Affan Lubis dan kawan-kawan masih dibelit permasalahan. Mulai dari absennya dua pemain asing akibat dokumen KITAS yang belum selesai sampai kostum tim yang belum juga sampai.
Masalah pendanaan terus menghantui skuad berjuluk Ayam Kinantan ini. Jika PSMS berhasil memetik angka dari dua laga awal ke Rengat dan Tembilahan, maka aplaus harus diberi kepada skuad Suimin Diharja ini. Di tengah kondisi yang carut marut, kemenangan sangat didambakan. Kondisi seperti ini pernah dialami PSMS pada tahun 1983 saat menjuara perserikatan untuk keempat kali.
Amran YS, salah satu tokoh pemuda dan olahraga senior Sumut, mencoba mengenang masa kelam nan indah tersebut. Kala itu dia menjabat sebagai Manajer PSMS. “Kondisi PSMS saat ini tidak jauh berbeda saat saya menjadi manajer PSMS pada tahun 1983. Kita sangat kekurangan dana, namun fanatisme yang tinggi membuat kita mampu mengandaskan Persib di final,” ungkap Amran, Senin (23/11).
PSMS saat itu kalah materi pemain dan pendukung. “Fanastisme Medan mampu menjawabnya. Menjadi semangat yang luar biasa, baik oleh penonton maupun pemain PSMS. Saya yakin kondisi serba sulit ini akan mampu diatasi," tegasnya.
Memang semangatlah yang saat ini tertinggal dan mau tidak mau harus diandalkan jadi senjata terakhir. Amran yang sangat perduli berharap warga Medan terus menatap ke depan dan melupakan masalah yang ada. "Yang harus ada saat ini tinggal semangat untuk juara. Lupakan sejenak masalah yang ada. PSMS sudah turun ke Divisi Utama, jangan sampai turun lagi,” harap mantan Ketua PSSI Medan yang sempat kecewa karena tidak diikutsertakan dalam kepengurusan kali ini.
Selain dukungan publik, menurut Amran, dukungan dari petinggi-petinggi di Medan maupun Sumut sangat penting kepada PSMS. “Kepada Gubsu maupun pejabat Walikota Medan harusnya bisa mengulur waktu untuk memperhatikan PSMS. PSMS adalah bagian dari martabat masyarakat Sumut,” jelas Amran yang berharap, PSMS kembali berprestasi saat ditangani Pelatih Suimin yang dibantu asisten Suyono, Jamaluddin Hutauruk, dan Nimrot Manalu serta Manajer Hendra DS. oni