|

Gashuku Kushinryu Nasional II/2009 Sukses dan Menambah Bekal Karateka Sabuk Hitam Cibiru, BATAKPOS DUA hari penuh, yakni Sabtu dan Minggu (22/11) kegiatan Gashuku Kushinryu Nasional 11/2009 berlangsung di kawasan bukit Ujungberung, Cibiru, Bandung. Kegiatan ini dinilai cukup sukses karena selain jumlah pesertanya cukup banyak dan datang dari Sumatera Utara hingga Papua, juga dari hampir semua dojo (cabang) di seluruh Jabar. “Diharapkan kegiatan seperti ini bisa terus dilakukan secara kontinyu setiap tahun. KONI Jabar berharap dari sini bisa dilahirkan sejumlah karateka berbakat yang mampu memberikan kontribusi besar bagi atlet karate Jabar kelak,” ujar Ketua II KONI Jabar Amung Ma’mun yang juga Kepala Dinas Olahraga dan Budaya Pemprov Jabar dalam sambutan pembukaannya, Sabtu (21/11). Amung sendiri cukup terkesima ketika saat jedah sejumlah demonstrasi beladiri karate aliran kushinryu ditampilkan. Di antaranya, teknik-teknik jujitsu, bojutsu, samurai, dan sejumlah teknik beladiri khusus wanita atau yang kini dikenal dengan nama WSDK (women self defense of kushinryu). “Saya pikir karate hanya teknik kumite (perkelahian) dan kata (seni beladiri) saja. Ternyata di aliran kushinryu ada berbagai jenis teknik beladiri lainnya. Dan yang cukup menarik adalah beladiri wanita sebagai antisipasi KDRT (kekerasan dalam rumah tangga),” lanjut Amung Ma’mun. Dalam kesempatan itu, Sofyan Hamballi sebagai penanggung jawab kegiatan mengaku, event ini merupakan yang keduakalinya digelar karena banyaknya permintaan dari daerah, terutama karateka sabuk hitam yang ingin menambah ilmu beladiri karate, di luar teknik kumite dan kata. “Selain untuk mempererat tali silaturahmi antarkarateka penyandang sabuk hitam dari seluruh Tanah Air, juga untuk menambah wasasan dan materi ilmu beladiri karate, khususnya aliran kushinryu. Kita sudah agendakan ini jadi kegiatan tahunan,” ujar Sofyan yang juga penyandang sabuk hitam DAN VI Internasional. zas |