PSMS Medan bersiap mengarungi kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia musim 2009/10 dengan penuh keyakinan. Persires Rengat dan Persih Tembilahan (keduanya di Riau) akan menjadi batu sandungan pada awal musim. Optimisme tinggi diusung PSMS, meski realita yang ada tak mendukung.
Minggu (22/11) siang, Affan Lubis dan kawan-kawan bertolak dari Medan pukul 11.45 WIB menuju Rengat dengan menaiki Riau Airlines. Mereka membawa sejumlah harapan di pundak masing-masing dengan harapan mengakhiri dua laga awal itu jadi kemenangan.
“Keyakinan harus kita pegang karena hanya dengan itu kita mampu menjalani rintangan yang berat. Dua laga awal ini memang cukup sulit. Selain bermain di kandang lawan, kita juga tanpa kehadiran dua pemain asing. Memperoleh hasil seri saja bagi saya sudah cukup baik,” kata Pelatih PSMS Suimin Diharja.
Langkah Affan dan kawan-kawan ke Rengat cukup berat karena harus menempuh perjalanan enam jam usai mendarat di Pekan Baru. Hal ini menguras tenaga dan stamina pemain. Untuk itu, Suimin sengaja bertolak lebih cepat, meskipun duel baru dimainkan, Rabu (25/11).
“Kita sengaja berangkat lebih cepat agar punya waktu istrirahat di sana. Apalagi pada laga kedua juga akan menguras tenaga karena dari Rengat kita harus kembali lagi ke Pekan Baru untuk mencapai Tembilahan,” ungkap Suimin.
Mantan Pelatih Persikabo ini membawa misi penting karena partai perdana kerap dijadikan tolak ukur sebuah tim dalam mengarugi kompetisi panjang dan ketat. Kemenangan atau minimal membawa pulang satu poin akan membuat PSMS lebih tegar menghadapi sisa kompetisi.
Ambisi kembali ke Liga Super jelas bukan angan-angan belaka mengingat kerasnya usaha manajemen untuk menghadirkan pemain asing saat kondisi keuangan tak mendukung. “Tanpa kehadiran dua asing memang mengurangi kekuatan kita, namun kita harus berdayakan skuad yang ada. Setidaknya kita tidak ingin mengecewakan pendukung yang sangat menaruh harapan besar. Saya selalu tekankan kepada pemain untuk berjuang hingga menit terakhir,” tegasnya.
Manajemen pun menaruh keyakinan besar. Dengan target hanya satu musim menghuni kompetisi kasta kedua segala upaya turut dilakukan. Seperti menyelesaikan KITAS (kartu izin tinggal sementara) yang dibutuhkan pemain asing. ”KITAS masih kita usahakan agar cepat diperoleh Saha dan Nyobe agar mereka segera bermain. Kita tidak ingin berlama-lama di Divisi Utama. Cukup semusim dan selanjutnya kembali menikmati persaingan di Liga Super. Tentu dengan dukungan dari seluruh warga Medan,” ujar Hendra DS (Manajer PSMS). oni