HomeOLAH RAGA Lebih 500 Karateka Sabuk Hitam Ambil Bagian
Gashuku Kushinryu Nasional II-2009
Lebih 500 Karateka Sabuk Hitam Ambil Bagian
Jakarta, BATAKPOS
Diperkirakan lebih 500 karateka dari seluruh Indonesia akan ambil bagian dalam Gasshuku Khusinryu Nasional II-2009 yang akan berlangsung 21-22 November mendatang di Yon Arhanudri III/Siliwangi, Bandung, Jawa Barat. Kegiatan ini hanya dikhususkan bagi mereka yang minimal menyandang Kyu-1 (coklat).
Sebagian besar adalah mereka yang sudah menyandang sabuk hitam nasional. Penanggung jawab kegiatan, Sofyan Hamballi yang juga penyandang DAN VI Kushinryu Internasional mengatakan, ada tiga hal digelarnya kegiatan tahunan ini. Pertama, silaturahmi antarsesama anggota Kushinryu di Indonesia.
Kedua, pelatihan dan pemantapan teknik beladiri karate aliran Kushinryu yang berpusat di Osaka, Jepang. Sedang yang ketiga, pengenalan dan pelatihan WSDK (women self defence of Kushinryu) yang merupakan olahraga beladiri khusus kaum wanita.
“Akhir tahun lalu pertamakalinya kita gelar kegiatan ini di Pangandaran, Jawa Barat. Cukup sukses, apalagi dengan kehadiran juara dunia lima kali berturut-turut Sawanori Matsuzaki. Sejak itulah kita buat kegiatan ini jadi kalender tahunan bagi keluarga besar karate aliran Kushinryu secara nasional,” ujar Sofyan Hamballi kepada BATAKPOS di Jakarta, Minggu (8/11).
Untuk kegiatan yang kedua ini, Sofyan juga sudah mengundang Sawanori Matsuzaki yang juga putra pertama Presiden Kushinryu Dunia Soke Horyu Matsuzaki. “Jika tidak ada halangan, Sawanori juga akan berkesempatan hadir,” lanjutnya.
Mengenai peserta, diakuinya, masih akan bertambah. Karena semua pengurus daerah sudah diundang. Jumlahnya memang tidak dibatasi. “Siapa saja yang mau ikut, yang penting memenuhi syarat dimana minimal penyandang Kyu-1 (coklat), mereka boleh ambil bagian. Karena di sini kita ingin melakukan keseragaman teknik, pemantapan kepelatihan, dan pengembangan ilmu beladiri wanita (WSDK) sebagai upaya mengantisipasi KDRT (kekerasan dalam rumah tangga) yang sering dialami kaum perempuan,” tutur Sofyan Hamballi. zas